Kabar Mojokerto - Setiap sore menjelang waktu Magrib, ruas Jalan Raya Trowulan, Mojokerto, tepatnya di depan kantor Satuan Pelayanan (Satpel) Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Trowulan, atau yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Timbang, selalu dipenuhi truk besar yang parkir sembarangan.
Pantauan Kabarmojokerto.id pada Kamis (7/11/2024) pukul 16.30 WIB, terlihat puluhan truk, mulai dari truk engkel hingga tronton, terparkir di sepanjang kurang lebih 500 meter di Jalan Raya Trowulan, jalur Surabaya-Jombang. Kondisi ini menyebabkan ruas jalan menjadi menyempit dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Menurut informasi yang dihimpun, truk-truk yang parkir di sepanjang jalan tersebut diduga kuat kelebihan muatan dan sengaja menghindari pemeriksaan di Jembatan Timbang.
Pasalnya, setiap sore mulai pukul 16.00 WIB, petugas UPPKB Trowulan rutin menggelar operasi penertiban terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan, khususnya yang over dimensi dan over load (ODOL).
Baca Juga: Minim Penerangan, Jalan Ir Soekarno Mojokerto Jadi Sasaran Kejahatan, Warga Cemas
Tim Kabarmojokerto.id berusaha mengonfirmasi hal tersebut dengan mendatangi petugas UPPKB yang sedang melakukan penertiban. Namun, konfirmasi diarahkan kepada atasan yang berwenang untuk memberikan keterangan.
"Silakan langsung izin kepada atasan kami, Pak Eko," ujar salah satu petugas UPPKB.
Setelah itu, tim Kabarmojokerto.id mencoba menemui atasan yang dimaksud. Namun, upaya konfirmasi kembali ditolak dengan alasan bahwa pihaknya hanya dapat memberikan keterangan jika ada surat resmi dari kantor pusat.
"Maaf, saya hanya bisa melayani jika ada surat dari kantor pusat. Kalau tidak ada, saya tidak bisa memberikan keterangan," kata Eko, salah satu petugas UPPKB Trowulan, saat ditemui.
Baca Juga: Kondisi Jalan Cor Beton di Mojokerto Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera
Sopir Truk Menghindari Penimbangan
Sementara itu, sejumlah sopir truk yang berhasil dimintai keterangan mengaku enggan untuk masuk ke jembatan timbang karena kendaraan yang mereka bawa melebihi kapasitas tonase yang diizinkan.
"Muatan pakan ternak ini memang kelebihan, jadi kami lebih memilih parkir di pinggir jalan. Kalau masuk timbangan, pasti kena sanksi," ujar Endri, seorang sopir truk asal Blitar.
Artikel Terkait
Mojokerto Diprediksi Diguyur Hujan 13 Oktober 2024, Waspada Angin Kencang!
Perbaikan Jalan di Gedeg Mojokerto Bikin Jalan Macet, Polisi : Tak Ada Koordinasi
Jembatan Apung Berbayar Saat Kemarau, Bantu Warga Mojokerto-Sidoarjo Pangkas Jarak 15 KM
Fenomena Tingginya Pengendara Melawan Arus di Jalan Nasional Mojokerto
Waspada! BMKG Prediksi Mojokerto Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Taman Wisata dan Edukasi TPA Randegan-Mojokerto Sepi Pengunjung, Kalah Saing dengan Taman Kota
Bus Kuning Mojokerto, Angkutan Umum Tertua yang Masih Bertahan
Ditambal Aspal, Jalan Penghubung Mojosari-Ngoro Bergelombang Tingkatkan Risiko Kecelakaan
Kondisi Jalan Cor Beton di Mojokerto Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan Segera
Minim Penerangan, Jalan Ir Soekarno Mojokerto Jadi Sasaran Kejahatan, Warga Cemas